Selasa, 25 Oktober 2011

[CERPEN] NOW PLAYING

This is my First Post! 
Enjoy! :3
{Berdasarkan Kisah Nyata Pribadi(sebagian)}

NOW PLAYING

                                                                                                                                                                                                                                                         “Telah lama kupendam perasaan itu, menunggu hatimu menyambut diriku.. Tak mengapa bagiku mencintaimu pun adalah bahagia untukku.. Bahagia untukku..”
             Lagu itu kini bisa dibilang menjadi lagu yang cocok untukku pada saat ini.  Sama seperti yang terkandung dalam lirik itu, kini aku tengah mengagumi seseorang, tapi bahkan mungkin dia tidak mengetahui namaku.  Sepertinya aku hanya bermimpi saja mendapatkannya, sebab dia terkenal selain pintar dalam segala bidang pelajaran, dia juga aktif di banyak organisasi,  sedangkan aku hanya cukup pintar dalam satu pelajaran saja, dan aku tidak mengikuti satu-pun ekskul di sekolah ini.

             “Ku menunggu, ku menunggu kau putus dengan kekasihmu, tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmu, ku akan setia tuk’ menunggumu~”
             Lagu itu.. aku mendengarkannya setiap saat untuk menyemangati diriku saat mendengar kabar kalau perempuan itu sudah mempunyai ‘pacar’.  Bagaimana tidak?  Dia begitu sempurna, tidak mungkin perempuan seperti dia hatinya tidak ada yang memiliki.  Sebenarnya, hobby ku adalah mendengarkan dan mencari musik yang  pas dengan keadaanku pada saat itu, seperti sekarang ini.
             1 minggu kemudian, aku memberanikan diri untuk masuk salah satu ekskul yang dia ikuti, dengan niat aku setidaknya bisa melihat dia dari jarak yang cukup dekat, dan bisa mengetahui lebih jauh tentang dia.
             “Sekian untuk pertemuan kali ini, kalau ada yang mau ditanyakan, bisa SMS atau telepon saya, ini nomer saya.” ucapnya panjang lebar sambil menulis nomor HP-nya di papan tulis dengan cepat.
             Aku memang tidak banyak bicara pada saat itu, yang terpenting aku sudah mendapatkan nomer HP-nya tanpa perlu malu-malu meminta pada orangnya langsung.  Malamnya aku langsung mengambil HP-ku dan mencoba SMS dia.

“Assalamu’alaikum? Ini sama Teh Tasya?”
“Wa’alaikumsalam, iya bener, ini sama siapa?”
“Ini sama Farid, anak Pramuka yang tadi kumpul.”
“Ohh.. Farid yang kelas XI-IPA 4 itu? ada apa ‘rid?”
“Enggak,cuma mau nanya sesuatu”
“Nanya apaan?”
“Umm.. Teteh udah punya pacar belum?”
“Hahaha.. to the point banget kamu rid, belum sihh. Emangnya kenapa?”

           Aku terhenti sejenak kegirangan mendengar bahwa gosip tentang Tasya yang sudah punya pacar itu ternyata bukan yang sebenar nya. Akhirnya aku dan dia pun melanjutkan perbincangan kami lewat SMS itu sampai larut malam.

     “Sudah katakan cinta, sudah ku bilang sayang, namun kau hanya diam tersenyum kepadaku~ kau buat aku bimbang, kau buat aku gelisah~ ingin rasanya kau jadi milikku”
     Yes! Aku akhirnya berhasil untuk memberanikan dirikku sendiri untuk menyatakan perasaanku pada dia di sekolah tadi, hanya lagu itu yang cocok untuk keadaanku saat ini.  Sebab dia akan memberi ku jawaban kalau dia sudah selesai untuk berpikir-pikir, dan jujur saja itu membuatku gelisah dan frustasi memikirkannya.  Telinga ku tidak bosan mendengar lagu Panah Asmara dari Afgan yang telah diulang beberapa kali  itu, hanya sekedar untuk menenangkan dan membuat suasana di hatiku tidak galau seperti ini.

             “Kali ini kusadari, aku telah jatuh cinta.. dari hati ku terdalam, sungguh aku cinta padamu.. Cinta ku bukanlah cinta biasa, jika kamu yang memiliki.. dan kamu yang temani ku seumur hidupku..”

      AFGAN – BUKAN CINTA BIASA Tulisan itu tertera di LCD layar MP4 jadul yang ku genggam, Headset tidak lepas menggantung di kedua telingaku.  Getar dari Handphone di tas menghentikan gerak bibirku bernyanyi.

     Farid, Aku mau jadi pacar kamu, maaf kalo Tasya terlalu lama berpikir.. :-*

     13 Aug. 2011 21:23
     Sender : Tasya XII-IPA 1
             Aku tersenyum dan segera membalas SMS spesial itu dengan ucapan terimakasih dan tentunya ungkapan rasa sayangku kepada dia.  Aku segera meraih MP4 ku dan mengganti lagu di dalamnya.
             NOW PLAYING : AFGAN – TERIMA KASIH CINTA  04 : 00
             Singkat cerita, sudah 2 minggu kita ‘berpacaran’, hubungan kami selama ini baik-baik saja, aku sangat menjaga hubungan ini, aku sangat mencintai Tasya, aku  rela berkorban apapun demi hubungan ini, demi Tasya.  Hari itu, saat kami sedang ekskul Pramuka bersama, Tasya meninggalkan Handphone nya di dekatku sementara dia ikut melatih adik-adik kelas nya.  Aku melihat isi Handphone Tasya, jari- ku langsung tertuju pada Inbox di dalamnya, aku mengeceknya satu per satu pesan yang masuk secara berurutan.  Jempol ku terhenti di salah satu SMS yang membuatku tercengang.

             Okke, ayy.. aq tunggu di depan gerbang perumahan kmu yaa? Jangan terlalu cape latihannya yaa Tasya sayang. Ntar di jemput. :-*

     27 Aug. 2011 12:03
     Sender : Ayank Lukman
      Apa maksud nya dengan semua ini?  Apa Tasya Selingkuh?  Gak mungkin dia mendua!! Tapi bukti nya udah jelas, bahkan Outbox nya pun sama, Tasya membalas SMS itu dengan lebih mesra daripada Tasya membalas SMS-ku, waktu nya pun hanya selang 30 menit dari sekarang.  Baru kali ini aku merasakan sakit yang amat sangat, sekarang aku tau kenapa selama ini Tasya tidak mengizinkanku sedetik pun untuk meminjam HP- nya, ternyata dia takut ketahuan kalau selama ini dia memang mempunyai pacar selain aku. 

                Aku pergi dari sekolah itu tanpa pamit dengan Headset menggantung di kedua telingaku, aku melamun membayangkan betapa teganya dia melakukan hal seperti itu, kepada orang yang telah mengorbankan segalanya untuknya, pada orang yang telah memberikan segalanya untuknya.

“Terlalu Sadis caramu, menjadikan diriku pelampiasan cintamu, agar dia kembali padamu, tanpa perduli sakitnya aku~  Tega nian nya caramu.. menyingkirkan diriku dari percintaan ini agar dia kembali padamu, tanpa perduli sakitnya aku~  Semoga Tuhan membalas semua yang terjadi kepadaku suatu saat nanti.. hingga kau sadari sesungguhnya yang kau punya.. hanya aku tempatmu kembali..”

“Dirimu~ tak pernah menyadari semua yang telah kau miliki.. kau buang aku tinggalkan dirikku.. kau hancurkan aku seakan ku tak pernah ada.. Aku kan’ bertahan meski takkan mungkin mengejar kisahnya walau perih.. Walau Perih..

“Ku harus~ pergi meninggalkan kamu.. yang telah Hancurkan aku.. Sakitnya.. Sakitnya.. Ohh.. Sakitnya.. Cintaku..  lebih besar dari cintanya.. Mestinya kau sadari itu, Bukan dia.. Bukan dia.. Tapi aku..”


      
“MINGGIR..!! Ada apa ini..??!!” teriak Tasya sambil berlari dari dalam Sekolah.
      “Ini neng, ada yang ketabrak truk tadi.” Kata salah sauu orang disana sambil menunjuk sesosok tubuh yang tengah ditutupi kertas koran itu.
      “Astagfirulohal’azim! Gimana bisa kayak gini mas?”  kata Tasya,  menutupi mulut dan hidung nya.
      “Gini neng, saya liat orang ini jalan nyebrang tapi lambat sekali, udah gitu dia nunduk aja, ditambah ditelinganya saya liat ada Headset nya gitu neng, ehh taunya ada truk ngelewat kenceng banget, tapi orang ini gak denger klakson truk itu kayaknya, makanya kejadian deh seperti ini.” Jelas orang itu panjang lebar.
      Headset? Coba mas tolong minggir dulu!” Perintah Tasya, mendekati tubuh itu.
      “Ini kan seragam Sekolah ini mas!!  Ini siswa Sekolah ini!!” teriak Tasya khawatir.
      Tasya melihat di tangan kiri mayat itu dia sedang memegang MP4 yang ia kenali betul, sedangkan tangan kanan nya masih menggenggam sebuah Handphone.  Tasya mengambil kedua alat itu dari kedua tangannya, seketika air mata Tasya mengalir, MP4 yang kini dipegangnya adalah MP4 yang sama persis dimiliki Farid, di tambah HP yang di genggam nya tidak lain adalah HP yang dimiliki oleh Farid.  Tangisan Tasya semakin menjadi-jadi saat melihat LCD HP Farid.

      Send to : Tasya
  Sya, aku udah liat SMS-SMS kamu sama Lukman, kalau kamu lebih memilih dia daripada aku, aku rela pergi dari kehidupan kamu.  Aku cuma ingin liat orang yang aku cintai bahagia, walaupun bahagia bersama orang lain, aku rela. Janga
  Pikirnya Farid tertabrak saat menulis pesan ini pada Tasya, bahkan sebelum selesai menulis, Farid sudah tiada lagi di dunia ini. Tasya melirik  MP4 yang terdengar sedikit bersuara itu, dia memasangkan kedua Headset  itu pada telinga nya masih beralirkan air mata.


      
     NOW PLAYING : VIDI ALDIANO – LAGU KITA  03 : 42
      “Meskipun aku bukan siapa-siapa, bukan yang sempurna, namun percayalah hatiku milikmu, meski sering ku mengecewakanmu, maafkanlah aku.. Janjiku kan setia padamu.. hanyalah padamu.. Aku milikmu, Kau milikku.. Takkan ada yang pisahkan kita.. Ini Lagu kita ‘tuk selamanya.. Janjiku untukmu takkan meninggalkan dirimu..”



*RECENTLY PLAYED :

    
UTOPIA – ANTARA ADA & TIADA (AKUSTIK VER.)     

    
ACHA SEPTRIASA – SAMPAI KU MENUTUP MATA
*Baru saja diputar.

SELESAI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar